Sampai abad 19, orang batak belum mengetahui bahwa Danau Toba terbentuk disebabkan meletusnya Gunung Toba ribuan tahun yang lalu.
Menurut lengenda, seorang baoa si pogo-pogos (laki-laki yang sangat miskin) yang amat marah pada anaknya yang menghabiskan nasi dan lauk yang seyogianya adalah untuk makan siangnya di ladang.
Dia memaki-maki anaknya dengan menyebut, “persetan anak tolol dan dungu seperti kau, anak ikan yang tak tahu di untung". Oleh karena itu ibunya marah, maka terjadilah petir dan guntur, serta air bah.
Itulah awal terjadinya danau toba. Orang batak menyakini, bahwa leluhur mereka Si Raja Batak, diutus khusus dari langit oleh Mula Jadi Na-bolon, penguasa semesta alam .
Jelajah Danau Toba
Danau toba terletak di pusat provinsi Sumatera Utara, dan dikelilingi tujuh kabupaten, yaitu Kabupaten Samosir, Simalungun, Humbang Hasundutan, Dairi, Karo dan Toba Samosir, dan Tapanuli Utara.
Danau Toba sangat terkenal di kalangan pelancong dalam maupun luar negeri. Hal ini dikarenakan Danau Toba merupakan salah satu danau terbesar di Asia Tenggara, yang memiliki panjang 87 kilometer, lebar 27 kilometer, lokasi ketinggian 904 mdpl serta kedalamannya mencapai 505 meter.
Fakta tersebut semakin membuat rakyat Indonesia bangga memiliki danau Toba sebagai situs warisan budaya. Pada bagian tengah danau ini, terdapat sebuah pulau yang disebut Pulau Samosir.
Jelajah Pulau Samosir
Berkunjung ke Danau Toba tak lengkap rasanya jika belum menjelajah Pulau Samosir yang berada di tengah danau. Pulau Samosir merupakan salah satu pulau terbesar yang berada di tengah danau, jika ingin ke Pulau Samosir kita dapat menggunakan kapal feri reguler dari kota Parapat.
Di sini, kita dapat melihat rumah asli masyarakat Batak Toba. Pulau ini memiliki banyak jejak kisah masa lampau yang di dalamnya terdapat kuburan batu dan desa-desa tradisional. Seperti di Ambarita yang memiliki halaman dengan furnitur batu, tempat narapidana diadili dan dipenggal.
Kita juga bisa berkunjung ke Simanindo, tempat menikmati musik dan tarian ritual tradisional Batak. Di sinilah kita akan dibawa untuk menemukan budaya Toba yang unik dan kuno.
Masih di pulau Samosir, tepatnya di daerah Tomok, kita dapat menemukan kenang-kenangan dan kerajinan batak, membeli tenunan tangan khas syal merah dan hitam yang disebut ulos, kalender batak dari rotan, hingga ukiran-ukiran dari kayu.
Tak cukup sampai di situ, jika ingin lebih memahami budaya batak kita bisa berkunjung ke Museum Batak di Balige.
Wisata Alam
Banyak tempat indah dan menarik di kaldera terbesar ini, dari pantai berpasir putih, perkampungan pusuk buhit, peninggalan Geografis suku Batak, hingga panorama yang dikelilingi tujuh kabupaten di Sumatra Utara ini, yaitu Simalungun, Toba Samosir (Tobasa), Tapanuli Utara, Samosir, Karo, Humbang Hasundutan (Humbahas), dan Dairi.
Air Panas (Aek Rangat)
Sumber air panas yang berasal dari Pusuk Buhit dan airnya sangat bagus untuk kesehatan karena mengandung belerang. Disana anda dapat berenang bersama keluarga di kolam-kolam pemandian yang tersedia. Setelah menikmati hangatnya air belerang tersebut, silahkan menikmati segelas kopi ditemani mie gomak (Spagethi Batak) dan Lapet di warung-warung kopi di sekitar lokasi pemandian. Tempat ini terletak sekitar 3,4 Km dari Pangururan.
Air Terjun Naisogop
Air terjun Nasogop merupakan tempat yang tepat untuk berenang, menikmati percikan air terjunnya atau hanya untuk sekedar beristirahat melihat landscape perbukitan desa Sianjur yang mempesona. Tempat yang tepat untuk mengeksplorasi semangat petualangan dalam diri anda. Lokasi ini terletak di desa Sianjur lebih kurang 15 km dari Pangururan.
Danau Sidihoni
Dikenal sebagai danau diatas danau, tempat ini terletak di kecamatan ronggur ni huta dan sekitar 9 km dari pangururan. Terkadang warna dari permukaan danau sering berubah dan menurut penduduk setempat diartikan sebagai pertanda kejadian besar yang ada di Indonesia. Dikelilingi gunung yang hijau dan pepohonan pinus menjadikannya begitu indah. Anda juga dapat menyaksikan matahari terbenam dari sini.
Pusuk Buhit
Pusuk Buhit merupakan gunung yang berada di Pulau Samosir, dan merupakan salah satu rangkaian gunung supervolcano Toba. Keindahan Danau Toba bila dilihat dari puncak Pusuk Buhit mengundang decak kagum dengan pesonanya alamnya yang sungguh luar biasa. Pusuk Buhit, adalah gunung yang awalnya bernama Gunung Toba memiliki ketinggian 1.500 meter lebih dari permukaan laut dan 1.077 meter dari permukaan Danau Toba.
Pantai Pasir Putih Parbaba
Banyak turis datang ke tempat ini untuk menikmati panorama keindahan Danau Toba serta berenang di pinggiran pantainya yang jernih dan berpasir putih. Sangat mudah menemukan fasilitas pariwisata seperti kanoe dan banana boat disini dan tentunya dengan tarif yang murah dan terjangkau. Tempat ini sangat cocok untuk keluarga karena airnya dangkal dan tersedia beberapa vila untuk disewa.
Pulau Tulas
Pulau Tulas adalah salah satu pulau di tengah Danau Toba yang berada di Kecamatan Sianjur Mula-mula. Pulau ini memiliki keindahan alam seperti pohon kelapa dan semak-semak liar.
Dari segi ukuran, Pulau Tulas lebih kecil dari Pulau Samosir. Pulau ini memiliki keindahan yang belum terjamah. Tidak ada penduduk tinggal di sini. UNESCO telah menganggapnya sebagai tempat liburan geopark. Anda bisa sampai di pulau menggunakan speedboat. Begitu sampai di pulau ini, Anda akan melihat pemandangan hijau tak terbatas. Pulau ini memiliki atmosfir yang memukau. Meski berukuran kecil, itu menjadi tempat yang bagus untuk sebuah petualangan.
Wisata Budaya
Salah satu keunikan dari Danau Toba yang berbeda dari yang ditemukan orang dalam kehidupan sehari-harinya itu adalah budaya. Budaya suku Bangsa Batak yang memiliki ciri khas tersendiri dan sudah berlaku turun temurun, baik dari agama, tradisi, kultur, norma sosial, dan menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan.
Di Tomok, Kecamatan Simanindo, sudah lama dikenal dengan wisata sejarah Raja Siallagan dan sigale gale, Desa Lumban suhi dengan desa ulos, Huta Tinggi di Laguboti sebagai pusat aliran kepercayaan Parmalim, Sianjur mula – mula atau pusuk buhit sebagai desa yang diyakini desa awal orang Batak, gendang guro guro di tanah Karo dan banyak lagi.
Aek Sipitu Dai
Air Tujuh Rasa, demikianlah sebutan untuk sumber mata air ini. Terletak di Desa Aek Sipitu Dai, sumber mata air di lokasi ini terletak di bawah sebuah pohon rimbun.
Uniknya, meskipun berasal dari satu sumber, rasa air di setiap pancuran yang ada di lokasi ini berbeda-beda. Selain itu, mata air ini pun dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit.
Untuk berkunjung, kita harus menempuh perjalanan dari Tomok, ibu kota Kabupaten Samosir, sejauh kurang lebih 60 kilometer. Di lokasi, kita juga harus membayar retribusi masuk.
Batu Hobon
Batu Hobon merupakan tempat sakral bagi sebagian besar masyarakat batak khususnya etnis Toba. Tempat ini dibangun oleh Saribu Raja di mana di dalam peti tersebut tersimpan pusako atau harta peninggalan kuno.
Obyek wisata ini terletak di Desa Limbong dan Desa Sagala tepatnya di kawasan Sarimarihit, Kabupaten Samosir.
Sopo Guru Tatea Bulan
Sopo Guru Tatea Bulan atau Rumah Guru Tatea Bulan serta perkampungan si Raja Batak terletak di Dusun Arsam Kecamatan Sianjur Mula-mula berjarak 13 Km dari Pangururan.
Di tempat ini kita akan menemukan patung-patung si Raja Batak dengan keturunannya serta beberapa patung kendaraan si Raja Batak dan pengawalnya seperti Naga, Gajah, Singa, Harimau dan Kuda.
Bentuk rumah ini pun didesain dengan ciri khas Rumah Batak.
Bagi anda yang ingin berkinjung ke objek wisata ini cukup berkendaraan selama 15 menit dari Pangururan dengan jarak tempuh sekitar 10 km dari kota Pangururan, Samosir atau sekitar 20 km Simpang Tele.